<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>The Life Motivation</title>
	<atom:link href="http://thelifemotivation.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://thelifemotivation.com</link>
	<description>My Wordpress Blog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Mar 2010 12:25:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Harga Sebuah Impian</title>
		<link>http://thelifemotivation.com/2010/03/12/harga-sebuah-impian/</link>
		<comments>http://thelifemotivation.com/2010/03/12/harga-sebuah-impian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 12:25:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thelifemotivation.com/2010/03/12/harga-sebuah-impian/</guid>
		<description><![CDATA[(Sebuah pengalaman hidup)
Karier seorang penulis umumnya diawali dari sebuah impian, sebuah fantasi,
sebuah tujuan yang terlihat jauh di balik cakrawala. &#8220;Saya ingin jadi
penulis novel.&#8221; &#8220;Saya ingin menerbitkan buku puisi.&#8221; &#8220;Saya ingin nama saya
terpampang di layar sebagai penulis cerita film.&#8221;
Karier saya juga diawali dengan sebuah impian. Saya ingin membuat orang
tertawa. Saya ingin menulis cerita komedi.
Tetapi setiap penulis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Sebuah pengalaman hidup)</p>
<p>Karier seorang penulis umumnya diawali dari sebuah impian, sebuah fantasi,<br />
sebuah tujuan yang terlihat jauh di balik cakrawala. &#8220;Saya ingin jadi<br />
penulis novel.&#8221; &#8220;Saya ingin menerbitkan buku puisi.&#8221; &#8220;Saya ingin nama saya<br />
terpampang di layar sebagai penulis cerita film.&#8221;</p>
<p>Karier saya juga diawali dengan sebuah impian. Saya ingin membuat orang<br />
tertawa. Saya ingin menulis cerita komedi.</p>
<p>Tetapi setiap penulis juga harus menyadari, bahwa ada harga yang harus<br />
dibayar untuk setiap tujuan yang hendak dicapai. Tiket masuk ke dalam<br />
sebuah impian tidak ada yang gratis. Ada riset yang harus dilakukan, harus<br />
belajar, berlatih, berlatih, dan berlatih. Yang paling murah dan biasanya<br />
paling cepat, jalan untuk mencapai semua keinginan itu adalah dengan<br />
membayar harganya secara penuh. Lakukan semua pekerjaan dengan<br />
sungguh-sungguh!</p>
<p>Saat saya memutuskan untuk menjadi seorang penulis komedi, saya ingin<br />
belajar dari seorang yang profesional. Bob Hope, saya pikir, memiliki<br />
bahan-bahan yang berguna dan paling bisa dipelajari untuk tujuan analisis.<br />
Bahan-bahan komedinya yang lucu ada di koran dan murni humor.</p>
<p>Tentu saja, Bob Hope adalah seorang pakar dalam membawakan lawakan yang<br />
dibawakan secara langsung, tetapi tetap saja ada humor yang bisa dibaca<br />
dan dipelajari. Komik yang lain, seperti Jerry lewis juga lucu, tetapi<br />
lebih kepada kejenakaan untuk menciptakan suasana yang meriah. Di buku,<br />
bahan-bahan itu kurang begitu bermanfaat bagi para pelajar, dibandingkan<br />
seperti pada buku-buku komedi Bob Hope.</p>
<p>Jadi saya mempelajari komedi Bob Hope. Saya merekam monolog-nya di acara<br />
televisi dan menyalin kata-katanya. Saya harus menganalisis bentuk-bentuk<br />
lawakan, susunan kata, ritme, pengaturan lelucon di dalam aliran, dan<br />
lain-lain. Kemudian, untuk sementara waktu saya mengesampingkan<br />
monolognya.</p>
<p>Dalam beberapa minggu, saya telah memilih topik baru dari koran dan<br />
mencoba menulis sebuah humor dengan mempergunakan teknik yang saya<br />
pelajari dari monolog Bob Hope yang terbaru. Dengan mempergunakan teknik<br />
ini, Bob Hope dan para penulisnya menjadi mentor saya.</p>
<p>Dan ternyata cara itu membuahkan hasil. Saya berhasil menjadi penulis<br />
komik di koran lokal, kemudian melanjutkan jenjang karier menjadi sorang<br />
staf di pertunjukan selingan di televisi.</p>
<p>Bahkan akhirnya menjadi lebih berhasil lagi. Bob Hope menghubungi saya.</p>
<p>&#8220;Saya sudah mendengar mengenai tulisan anda dan berpikir jika anda mau<br />
membuatkan beberapa alur cerita untuk saya tampil di Academy Awards. Tahun<br />
ini saya menjadi pembawa acaranya. Saya ingin tahu apakah humor buatan<br />
anda bisa membantu saya.&#8221;</p>
<p>Ini adalah bagian dari mimpi yang tidak berani saya bayangkan sebelumnya.<br />
Tetapi di sini tidak ada sesuatu yang mustahil. Saya membuka buku dan<br />
memegang pulpen di halaman belakang rumah, menulis beberapa ratus lelucon<br />
mengenai kondisi saat ini tentang bioskop, selebritis, dan segala sesuatu<br />
yang berhubungan dengan piala Oscar. Secara alami, saya menggunakan metoda<br />
yang saya pelajari bertahun-tahun dari gaya lawakan Bob Hope.</p>
<p>Bob Hope mempergunakan sepuluh humor yang saya berikan pada casting<br />
televisi dan itu membuat saya sangat bangga. Hari berikutnya dia memanggil<br />
saya lagi dan berkata, &#8220;Saya suka tulisan-tulisan anda. Kelihatannya anda<br />
telah menulis bahan komedi untuk saya sepanjang hidup saya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Benar Pak Hope,&#8221; kata saya. &#8220;Hanya bapak tidak mengetahuinya. &#8221;</p>
<p>Selanjutnya saya menjadi penulis tetap untuk Bob Hope.</p>
<p>* * * * *</p>
<p>Ada dua pelajaran yang berharga dari pengalaman ini, bahwa semua penulis<br />
dapat belajar dan memperoleh inspirasi dari :</p>
<p>Pertama yaitu usaha yang harus dilakukan, supaya setiap impian dapat<br />
terwujud. Impian adalah sumber kekuatan, hanya jika impian itu diwujudkan<br />
dalam penelitian, pembelajaran dan usaha yang tidak kenal menyerah.</p>
<p>Hal yang kedua adalah: lakukan segala hal yang harus dikerjakan &#8211; dan<br />
tujuan anda akan bisa diraih.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; &#8212;&#8212;&#8212; &#8212;&#8211;<br />
(Oleh Gene Perret)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thelifemotivation.com/2010/03/12/harga-sebuah-impian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bocah Pembeli Es Krim</title>
		<link>http://thelifemotivation.com/2010/03/10/bocah-pembeli-es-krim/</link>
		<comments>http://thelifemotivation.com/2010/03/10/bocah-pembeli-es-krim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 04:31:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thelifemotivation.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[

Minggu siang di sebuah mal. Seorang bocah lelaki  umur delapan  tahun berjalan menuju ke sebuah gerai tempat penjual eskrim. Karena  pendek, ia  terpaksa memanjat untuk bisa melihat si pramusaji. Penampilannya yang  lusuh  sangat kontras dengan suasana hingar bingar mal yang serba wangi dan  indah.
&#8220;Mbak sundae cream harganya berapa?&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><strong><span style="font-size: medium"><br />
</span></strong></div>
<div><span style="font-size: x-small">Minggu siang di sebuah mal. Seorang bocah lelaki  umur delapan  tahun berjalan menuju ke sebuah gerai tempat penjual eskrim. Karena  pendek, ia  terpaksa memanjat untuk bisa melihat si pramusaji. Penampilannya yang  lusuh  sangat kontras dengan suasana hingar bingar mal yang serba wangi dan  indah.</span></div>
<div><span style="font-size: x-small">&#8220;Mbak sundae cream harganya berapa?&#8221; si bocah  bertanya.</span></div>
<div><span style="font-size: x-small">&#8220;Lima ribu rupiah,&#8221; yang ditanya menjawab.</span></div>
<div><span style="font-size: x-small">Bocah itu kemudian merogoh recehan duit dari  kantongnya. Ia  menghitung recehan di tangannya demngan teliti. Sementara si pramusaji  menunggu  dengan raut muka tidak sabar. Maklum, banyak pembeli yang lebih  &#8220;berduit&#8221;  ngantre di belakang pembeli ingusan itu.</span></div>
<div><span style="font-size: x-small">&#8220;Kalau plain cream berapa?&#8221;</span></div>
<div><span style="font-size: x-small">Dengan suara ketus setengah melecehkan, si pramusaji  menjawab,  &#8220;Tiga ribu lima ratus&#8221;.</span></div>
<div><span style="font-size: x-small">Lagi-lagi si bocah menghitung recehannya, &#8221; Kalau  begitu saya  mau sepiring plain cream saja, Mbak,&#8221; kata si bocah sambil memberikan  uang  sejumlah harga es yang diminta. Si pramusaji pun segera mengangsurkan  sepiring  plain cream.</span></div>
<div><span style="font-size: x-small">Beberapa waktu kemudian, si pramusaji membersihkan  meja dan  piring kotor yang sudah ditinggalkan pembeli. Ketika mengangkat piring  es krim  bekas dipakai bocah tadi, ia terperanjat. Di meja itu terlihat dua  keping uang  logam limaratusan serta lima keping recehan seratusan yang tersusun  rapi.<br />
Ada  rasa penyesalan tersumbat dikerongkongan. <em>Sang pramusaji tersadar,  sebenarnya  bocah tadi bisa membeli sundae cream. Namun, ia mengorbankan keinginan  pribadi  dengan maksud agar bisa memberikan tip bagi si pramusaji.</em></span></div>
<div><span style="font-size: x-small">Pesan moral yang dibawa oleh anak tadi: setiap  manusia di  dunia ini adalah penting. Di mana pun kita wajib memperlakukan orang  lain dengan  sopan, bermartabat, dan dengan penuh hormat.</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thelifemotivation.com/2010/03/10/bocah-pembeli-es-krim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“Faith Like Potatoes” di Pulau Timor</title>
		<link>http://thelifemotivation.com/2010/03/09/%e2%80%9cfaith-like-potatoes%e2%80%9d-di-pulau-timor/</link>
		<comments>http://thelifemotivation.com/2010/03/09/%e2%80%9cfaith-like-potatoes%e2%80%9d-di-pulau-timor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 08:55:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thelifemotivation.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa bulan lalu saya mendengar ringkasan film “Faith like Potatoes” di GJKIKA – Bandarlampung .
Faith Like Potatoes adalah sebuah film yang baik , diangkat dari kisah nyata , dikisahkan keluarga petani yang harus pindah ke lokasi yang kering dan mengalami kehidupan yang cukup sulit, dan diceritakan , si petani mencoba menanam bibit kentang, dan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa bulan lalu saya mendengar ringkasan film “Faith like Potatoes” di GJKIKA – Bandarlampung .</p>
<p>Faith Like Potatoes adalah sebuah film yang baik , diangkat dari kisah nyata , dikisahkan keluarga petani yang harus pindah ke lokasi yang kering dan mengalami kehidupan yang cukup sulit, dan diceritakan , si petani mencoba menanam bibit kentang, dan yang dia dapat dari teman dan tetangga sekitarnya. Cemoohan dan komentar-komentar sinis , yang sangat melemahkan dan masuk akal Dengan kondisi tanah yang kering, dan tandus , akal sehat kita seolah diputar balikan  jika mengharapkan “panen” kentang yang baik.</p>
<p>Tetapi dia tetap berserah kepada Tuhan dan taat menjaga ladang kentang nya.</p>
<p>Yang patut kita ambil teladan ketaatan nya adalah, si petani taat sampai akhir, tanpa ingin melihat apakah kentang yang ditanamnya benar-benar bertumbuh sampai masa panen tiba nanti . Ketika hari panen kentang tiba dan pagi-pagi dia pergi ke ladang dengan pembantu nya , untuk melihat hasil dari kerja keras nya, apa yang dia dapatkan ? Panen kentang dengan kualitas terbaik yang pernah ada di daerah tersebut.</p>
<p>Yang ingin saya bagikan kali ini, ada kejadian yang mirip dengan kejadian di film Faith Like Potatoes , tetapi kejadian nya ada di Indonesia , tepatnya di pulau Timor , NTT.</p>
<p>Seperti yang dikisahkan di Kompas 5 Maret 2010 ( Frans Sarong ), yang akan saya ringkas di postingan kali ini.</p>
<p>Pulau Timor sudah sejak dahulu dikenal sebagai daerah dengan kondisi alam gersang ,kering, dan kurang bersahabat.</p>
<p>Struktur tanah nya yang tipis dan dibawahnya berlapiskan batu karang , membuat masyarakat di sana selama puluhan tahun hidup sangat pas-pasan , mereka beranggapan bahwa usaha menanami pohon adalah suatu pekerjaan yang sia-sia, yang mereka harapkan adalah pohon atau tanaman yang tumbuh alami.</p>
<p>Adalah Pastor Gregor Neonbasu SVD , bersama tukang kebunnya yang mau mencoba dengan cara yang pernah mereka pelajari dari negeri kangguru – Australia. Mereka menggunakan cara Terraserring – Cara ini sebetulnya bukanlah cara yang baru di dunia perkebunan , tapi intinya adalah pola berfikir masyakarat yang mesti dirubah , dari hal yang mustahil menjadi sesuatu yang perlu dicoba.</p>
<p>Usaha mereka menghijaukan lahan sekitar pastoran mereka , mendapat ejekan dari masyarakat yang sudah puluhan tahun menjalani “Status quo…” nya mereka.</p>
<p>Masyarakat sekitar berkata “ Kalian orang baru disini, dan kami adalah penduduk asli dan sudah mencoba menanam pohon dan tidak pernah berhasil. Usaha penanaman pohon kalian ini akan sia-sia, jika ada anak pohon yang lolos dari lalapan api, maka selanjutnya akan menjadi santapan sapi atau kambing.</p>
<p>Pastor Gregor , tetap yakin suatu saat kerja nya akan menghasilkan.</p>
<p>Mereka bahkan rela menyiram area penanaman pohon nya dengan mendatangkan mobil tangki air dari tempat lain. Namun semenjak tahun 2005  sebuah sumur yang mereka gali sedalam 34 meter dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka dan warga sekitar pastoran</p>
<p>Kisah sumur ini juga mematahkan anggapan lama bahwa kawasan mereka tidak memiliki kandungan air tanah. Selama ini untuk mendapatkan air mereka harus berjalan 5 kilometer ke sumber air yang terdekat.</p>
<p>Belakangan ini hasil kerja keras dan ketekunan Pastor Gregor sudah dapat dinikmati hasilnya , kebun-kebun buah-buahan dapat memberi mereka pendapatan yang cukup, Pohon Jati Putih setinggi 8-12 meter , bisa membuat kawasan mereka agak teduh dibawah teriknya sinar matahari yang menyengat, dan 4 buah sumur yang lainnya telah dibuat karena inspirasi dari hasil kerja mereka.</p>
<p>Keberhasilan penghijauan Pastor Gregor Neonbasu di Oehua masih terbatas , hanya sekian persen dari 2 juta hektar lahan kritis di NTT, meski begitu , keberhasilannya layak menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar untuk menaklukan tanah gersang di NTT.</p>
<p>Selalu ada jalan… di dalam setiap permasalahan kehidupan.</p>
<p>BK</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thelifemotivation.com/2010/03/09/%e2%80%9cfaith-like-potatoes%e2%80%9d-di-pulau-timor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Karpet</title>
		<link>http://thelifemotivation.com/2010/03/07/kisah-karpet/</link>
		<comments>http://thelifemotivation.com/2010/03/07/kisah-karpet/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 11:26:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thelifemotivation.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kisah nyata&#8230;
Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4  anak laki-laki.
Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan &#38; kerapihan  rumah dapat ditanganinya dengan baik.
Rumah tampak selalu rapih, bersih &#38; teratur dan suami serta  anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.
Cuma ada satu masalah,  ibu yang pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah kisah nyata&#8230;</p>
<p>Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4  anak laki-laki.<br />
Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan &amp; kerapihan  rumah dapat ditanganinya dengan baik.<br />
Rumah tampak selalu rapih, bersih &amp; teratur dan suami serta  anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.</p>
<p>Cuma ada satu masalah,  ibu yang pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa  meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas  karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak  laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan  menyiksanya.</p>
<p>Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog  bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya.<br />
Setelah mendengarkan  cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum &amp; berkata  kepada sang ibu:</p>
<p>&#8220;Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan  saya katakan&#8221; Ibu itu kemudian menutup matanya.</p>
<p>&#8220;Bayangkan rumah ibu yang  rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa  jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?&#8221; Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu  merekah, mukanya yang murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan  yang dilihatnya.</p>
<p>Virginia Satir melanjutkan; &#8220;Itu artinya tidak ada  seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau  canda dan tawa ceria mereka.</p>
<p>Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi&#8221;.</p>
<p>Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung  menghilang, napasnya mengandung isak.<br />
Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa  yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.</p>
<p>&#8220;Sekarang lihat kembali  karpet itu, ibu melihat jejak sepatu &amp; kotoran di sana , artinya suami dan  anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan  kehadiran mereka menghangatkan hati ibu&#8221;.<br />
Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan  visualisasi tsb.</p>
<p>&#8220;Sekarang bukalah mata ibu&#8221; Ibu itu membuka  matanya<br />
&#8220;Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat  ibu?&#8221;</p>
<p>Ibu itu tersenyum dan menggelengkan  kepalanya.<br />
&#8220;Aku tahu maksud anda&#8221; ujar sang ibu, &#8220;Jika kita melihat dengan  sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara  positif&#8221;.</p>
<p>Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal  karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu,  keluarga yg dikasihinya ada di rumah.</p>
<p>Kisah di atas adalah kisah nyata.  Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder  &amp; John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming) . Dan teknik  yang dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana kita &#8216;membingkai  ulang&#8217; sudut pandang kita sehingga sesuatu yang tadinya negatif dapat menjadi  positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.</p>
<p>Terlampir  beberapa contoh pengubahan sudut pandang :</p>
<p><strong>Saya  BERSYUKUR;<br />
</strong>1. Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie  instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain<br />
2. Untuk  suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada  di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.<br />
3. Untuk anak-anak  yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan  tidak jadi anak jalanan<br />
4. Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu  artinya saya bekerja dan digaji tinggi<br />
5. Untuk sampah dan kotoran bekas  pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi  banyak teman<br />
6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya  cukup makan<br />
7. Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena  itu artinya saya masih mampu bekerja keras<br />
8. Untuk semua kritik yang saya  dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan  berpendapat<br />
9. Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya,  karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup<br />
10. Untuk  dst&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thelifemotivation.com/2010/03/07/kisah-karpet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kopi Asin</title>
		<link>http://thelifemotivation.com/2010/03/06/kopi-asin/</link>
		<comments>http://thelifemotivation.com/2010/03/06/kopi-asin/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 07:40:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thelifemotivation.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah  pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba  mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang  begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan  diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah  pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba  mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang  begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan  diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis  agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan  ajakannya.</p>
<p>Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria  sangat gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak  nyaman dan berkata, “Kita pulang aja yuk…?”.<br />
Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, “Bisa minta  garam buat kopi saya?”Semua orang yang mendengar memandang dengan ke  arah si pria, aneh sekali!Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia  memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.</p>
<p>Si gadis dengan penasaran bertanya, “Kenapa kamu bisa punya hobi seperti  ini?”<br />
Si pria menjawab, “Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai  dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya  laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap  saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat  kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen  orang tua saya yang masih tinggal di sana.”</p>
<p>Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si  gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di  hadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita  bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya,  perduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya.  Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung  halamannya nun jauh di sana , masa kecilnya, dan keluarganya.</p>
<p>Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat  juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua.<br />
Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria  itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia  sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli …betul-betul  seseorang yang sangat baik tapi si gadis hampir saja kehilangan seorang  lelaki seperti itu!<br />
Untung ada kopi asin!<br />
Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang  indah, sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia  selamanya, dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran,  ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang  disukai oleh pangerannya.</p>
<p>Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat  yang berkata, “Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan  kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang  aku katakan padamu … tentang kopi asin.”<br />
Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu  itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit  sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa  tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal  itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata  sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya  telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun.</p>
<p>Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan  padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan  rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku  sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk  segala sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan  terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua  kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur  hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.<br />
Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian  hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi  pakai garam?<br />
Si gadis pasti menjawab, “Rasanya manis.”<br />
Kadang anda merasa anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain,  tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat anda tentang seseorang itu  bukan seperti yang anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi.</p>
<p>Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci karena terkadang garam terasa lebih  manis daripada gula.</p>
<p>Taken From : Kaskus-post by sticulanilofern</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thelifemotivation.com/2010/03/06/kopi-asin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pojok Nakal&#8230;&#8230;.</title>
		<link>http://thelifemotivation.com/2010/03/04/pojok-nakal/</link>
		<comments>http://thelifemotivation.com/2010/03/04/pojok-nakal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 15:26:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thelifemotivation.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Selalu  ada ruang pujian bagi diri kita namun kadang tak tersedia ruang untuk segala  kesalahan kita
Ada sebuah materi menarik ketika saya menonton  talk show Oprah Winfrey di television, pada suatu pagi di saat saya sedang  suntuk dengan kelakuan adik bungsu saya yang masih berusia 3 tahun. Dalam talk  show tersebut, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selalu  ada ruang pujian bagi diri kita namun kadang tak tersedia ruang untuk segala  kesalahan kita</p>
<p>Ada sebuah materi menarik ketika saya menonton  talk show Oprah Winfrey di television, pada suatu pagi di saat saya sedang  suntuk dengan kelakuan adik bungsu saya yang masih berusia 3 tahun. Dalam talk  show tersebut, Oprah menghadiran seorang bintang tamu yaitu Super Nanny, dia  adalah pengasuh anak paling laris di Amerika. Konon katanya sudah ratusan kali  Nanny berhasil menghadapi tingkah laku anak &#8211; anak yang &#8216;nyeleneh&#8217; dalam arti  hyperactive, kasar, nakal &amp; susah diatur. Nanny hanya mengajarkan satu hal  pada anak-anak itu, yaitu: Minta maaf &amp; mengakui kesalahan serta berjanji  tidak akan mengulanginya kembali.</p>
<p>Super Nanny tidak menggunakan kekerasan  fisik, yang sering kita temui pada masyarakat umumnya, dalam mendidik anak-anak  &#8216;nakal&#8217; itu. Tapi dia menggunakan method, &#8216;tempat nakal&#8217;.</p>
<p>Tempat Nakal  bisa berupa carpet nakal, bangku nakal, atau kolong nakal. Di sekitar tempat  nakal itu tidak dibangun &#8216;benteng&#8217; berupa apapun. Jadi sebenarnya anak-anak itu  bisa saja kabur namun mereka tidak bisa pergi karena Nanny mengawasi gerak-gerik  mereka. Anak-anak yang bertingkah kelewat batas akan dimasukkan dalam tempat  nakal itu. Mereka tidak boleh dipukul, tidak boleh dimaki kasar apalagi  dibentak-bentak. Yang Nanny lakukan hanya meletakkan mereka di tempat nakal itu  &amp; diam!</p>
<p>Nanny tidak menghiraukan bila anak -anak itu menangis  meraung, memukul-mukulnya bahkan berkata kasar padanya. Nanny hanya berkata,  &#8220;kamu harus diam di sini sampai kamu sadar apa kesalahan kamu.&#8221; setelah itu  Nanny pergi. Dia akan kembali menghampiri anak-anak itu bila mereka berhenti  menangis. Dia akan mengeluarkan mereka dari tempat nakal bila sudah meminta maaf  pada orang yang telah mereka jahati.</p>
<p>Setelah itu, Nanny akan memeluk  mereka, mengelus punggung mereka penuh kasih sayang lalu memuji tindakan mereka  yang mau meminta maaf. Setelah situasi sudah sedikit membaik, Nanny mulai  memberikan pengertian apa kesalahan yang telah mereka perbuat.</p>
<p>Aku  mencoba untuk menerapkannya pada adik bungsuku yang memang sudah mulai terlihat  bandel. Aku meletakkannya ke pojok nakal yang ada di dalam kamar mamaku. Aku  melakukan itu karena ia memukul wajah mama dengan sangat keras ketika tidak  dibelikan mobil-mobilan. Saat aku meletakkan dia di pojok nakal, ia memukulku,  aku mencoba diam, meniru sikap Nanny. Adikku berontak, ia berlari keluar kamar  &amp; aku menariknya kembali ke pojok nakal. Sampai empat kali seperti itu &amp;  adikku capek sendiri.</p>
<p>Dia bilang aku jahat! Dia menangis sedih,  sebenarnya hatiku pilu mendengar itu semua. Tapi aku tetap pada pendirianku.  Setelah adikku diam dari tangis, aku menghampirinya &amp; berspeculation, &#8220;apa  Ucha tahu apa kesalahan Ucha? Ucha tahu kenapa Ucha masuk ke pojok nakal?&#8221;  tanyaku dengan keyakinan kalau anak umur 3 tahun sudah paham apa yang kita  katakan.<br />
Dan  adikku menggeleng. Perlahan aku menjelaskan kesalahan yang ia perbuat, aku  lakukan berulang-ulang sampai aku bilang, &#8220;Ucha ngerti kalau Ucha  salah?&#8221;<br />
Ia  mengangguk. Aku melanjutkan kalimatku, &#8220;kalau begitu, Ucha harus minta maaf, ya,  sama mama.&#8221;<br />
&#8220;Iya&#8230;  mama&#8230; maafin Ucha, ya,&#8221; ujar adikku masih dengan isak tangis.<br />
Mamaku sedang  ada di ruang tamu. Aku memeluk adikku erat &amp; membimbing dia keluar dari  pojok nakal. Aku menggendongnya &amp; membawanya ke hadapan  mama.<br />
Saat  melihat mama, adikku langsung memeluk mama &amp; berpindah tempat gendongan. Ia  tidak menangis meraung lagi, hanya air matanya saja masih menitik.<br />
&#8220;Ayo Ucha,  minta maaf lagi di depan mama,&#8221; ulangku.<br />
&#8220;Ma&#8230; ma&#8230; Uchanya minta maaf&#8230;&#8221;  ujar adikku yang membuat gemas.<br />
Aku &amp; mama menciumi pipinya. Diam-diam  aku salut juga dengan caranya Nanny mendidik anak nakal. Terbukti setelah  beberapa kali aku memasukkan adikku ke pojok nakal, adikku jadi lebih mudah  diatur &amp; bisa dinasehati dengan baik.<br />
Ia  tidak perlu dibentak lagi. Secara tidak langsung sikap ini bisa menimbulkan jiwa  lembut pada anak serta mengajarkan anak untuk terus instropeksi  diri.</p>
<p>Yang lebih hebat lagi, adikku sama sekali tidak takut kalau dia  duduk sendirian di pojok ruangan manapun kecuali bila aku bilang, &#8220;itu adalah  pojok nakal. Tempat anak nakal berada.&#8221;</p>
<p>Sejak  saat itu aku selalu memberikan ia pilihan ketika ia susah sekali disuruh makan  sayur, &#8220;mau menjadi anak baik atau anak nakal? Kalau anak baik harus rajin makan  sayur. Ucha anak baik atau anak nakal?&#8221;<br />
Dan  adikku selalu menjawab, &#8220;Ucha anak baik!&#8221;</p>
<p>Malam ini kulihat Ucha tidur  terlelap setelah aku mendongenginya sebuah kisah tentang Pangeran Ucha, ya,  namanya sendiri. Aku ingin ia bangga pada dirinya namun ia juga sadar pada  kelemahan &amp; kesalahannya.</p>
<p>Mataku terpejam. Tersersit tanya yang  mengiris hati. &#8220;Apakah aku sudah seperti Ucha? Yang mampu mengakui kesalahanku  sendiri? Yang berdiam diri di pojok nakal untuk instropeksi?</p>
<p>Nampaknya aku juga butuh duduk  sendirian di pojok nakal &amp; kita semua sebagai manusia dewasa memang butuh  sesekali untuk duduk di pojok nakal. Menemukan kesalahan kita &amp; segeralah  meminta maaf. Jadi teringat sebuah syair sebelum aku terlelap malam  ini.</p>
<p>Setiap manusia di dunia pasti punya kesalahan hanya yang berjiwa  pemberani yang mau mengakui&#8230;<br />
Betapa bahagianya punya banyak teman betapa  indahnya<br />
Betapa bahagianya bisa saling  menyayangi.. ..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thelifemotivation.com/2010/03/04/pojok-nakal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gaya Hidup Orang Kaya</title>
		<link>http://thelifemotivation.com/2010/03/04/gaya-hidup-orang-kaya/</link>
		<comments>http://thelifemotivation.com/2010/03/04/gaya-hidup-orang-kaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 15:17:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thelifemotivation.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Ada 1 lembaga penelitian sekuler di USA yg meneliti  tentang orang-orang bahagia. Karena ini lembaga sekuler, ukuran bahagia pertama  adalah banyaknya uang, maka lembaga tersebut mensurvey orang-orang kaya  (milyuner) dengan sample awal sebanyak lebih dari 200 ribu orang milyuner.  Dari  200 ribu itu disaring kadar bahagia-nya berdasarkan berbagai parameter termasuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Ada 1 lembaga penelitian sekuler di USA yg meneliti  tentang orang-orang bahagia. Karena ini lembaga sekuler, ukuran bahagia pertama  adalah banyaknya uang, maka lembaga tersebut mensurvey orang-orang kaya  (milyuner) dengan sample awal sebanyak lebih dari 200 ribu orang milyuner.  Dari  200 ribu itu disaring kadar bahagia-nya berdasarkan berbagai parameter termasuk  keluarga tersebut.  Hasil saringan  terakhir ada sekitar 200 orang yang dianggap sangat bahagia, karena selain kaya,  bisnisnya luar biasa, menikmati hidup, keluarganya beres.</p>
<p>Hasil survey  tersebut ditulis dalam buku karangan Thomas Stanley berjudul &#8220;The Millionaire  Mind&#8221;</p>
<p>Orang-orang kaya tersebut rata-rata sudah berumur, mereka adalah  orang kaya dalam 1 generasi, artinya bukan kaya warisan, tapi kaya dengan modal  zero, alias kerja sendiri. Kemudian orang-orang ini  diwawancara satu per satu secara detail, dan di-summary-kan gaya hidup orang-orang tersebut, berikut 10 gaya hidup:</p>
<p>1.  Orang-orang tersebut FRUGAL = HEMAT<br />
Artinya: Mereka penuh pertimbangan dalam  memanfaatkan uang mereka. Untuk beli sesuatu, pikir-pikir dulu sekitar 20 kali,  tipe orang yang tanya sama Tuhan tentang segala sesuatu pengeluaran.  Mereka  tidak diperbudak mode, meskipun tidak kuno, tapi modis. Mereka tahu dimana beli  barang bagus tapi murah.</p>
<p>2. Orang-orang  tersebut selalu hidup di bawah income mereka, tidak hidup gali lobang tutup  lobang alias anti utang.</p>
<p>3. Sangat loyal terhadap pasangan &#8211; tidak cerai  dan setia!</p>
<p>4. Selalu lolos dari prahara baik dalam keluarga/bisnis (di   USA sering resesi ekonomi, mereka  selalu lolos).<br />
Setelah ditanya apa kunci lolosnya, jawabannya: &#8220;Overcoming  worry and fear with The Bible and pray,with faith to God. We have God and His  word&#8221;</p>
<p>5. Cara berpikir mereka berbeda dalam segala segi dengan  orang-orang kebanyakan<br />
contoh: Kita kalau ke mall, mikir abisin duit, mereka  malah survey mencari bisnis apa yang paling laku di mall. They think differently  from the crowd. Mereka &#8220;man of production&#8221; bukan &#8220;man of consumption&#8221;</p>
<p>6.  Ketika ditanya kunci suksesnya;<br />
a. Punya integritas = omongan dan janji bisa  dipegang dan dipercaya.<br />
b. Disiplin = tidak mudah dipengaruhi, dalam segala  hal, termasuk disiplin dalam hal makanan, mereka orang yang tidak sembarangan  konsumsi makanan. Tidak serakah.<br />
c. Selalu mengembangkan social skill = cara  bergaul, belajar getting along with people, belajar leadership, menjual ide,  mereka orang yang meng-upgrade dirinya, tidak malas belajar.<br />
d. Punya  pasangan yg support, selalu mendukung dalam keadaan enak/tidak enak. Menurut  mereka, integrity dimulai di rumah, kalau seorang suami/istri tidak bisa  dipercaya di rumah, pasti tidak bisa dipercaya diluar.</p>
<p>7. Pembagian  waktu/aktivitas, paling banyak untuk hal-hal berikut:<br />
a. Mengajak anak dan  cucu sport/olahraga, alasannya: dengan olahraga bisa meningkatkan fighting  spirit yang penting untuk pertandingan rohani untuk menang sebagai orang  beriman, untuk bisa sportif (menerima kenyataan, tetapi dengan semangat untuk  memperbaiki dan menang).<br />
b. Banyak memikirkan tentang investment.<br />
c.  Banyak waktu berdoa, mencari hadirat Allah, belajar Firman. Ini<br />
menjadi  lifestyle mereka sejak muda.<br />
d. Attending religious activities.<br />
e.  Sosializing with children and grand child, ngobrol.<br />
f. Entertaining with  friends, maksudnya bergaul, membina hubungan.</p>
<p>8. Have a strong religious  faith, dan menurut mereka ini kunci sukses mereka.</p>
<p>9. Religious  millionaire<br />
Mereka tidak pernah memaksakan suatu jumlah aset sama Tuhan,  tapi mereka belajar mendengarkan suara Tuhan, berapa jumlah aset yang Tuhan  inginkan buat mereka. Minta guidance untuk bisnis. Mereka bukan type menelan  semua tawaran bisnis yang disodorkan kepada mereka, tapi tanya Tuhan dulu untuk  mengambil keputusan.</p>
<p>10. Ketika ditanya tentang siapa mentor mereka,  jawabannya adalah TUHAN.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thelifemotivation.com/2010/03/04/gaya-hidup-orang-kaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mulailah Memberi</title>
		<link>http://thelifemotivation.com/2010/03/03/mulailah-memberi/</link>
		<comments>http://thelifemotivation.com/2010/03/03/mulailah-memberi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 15:52:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thelifemotivation.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Bila  tak seorang pun berbelas kasih pada kesulitan anda.
Atau,  tak ada yang mau merayakan keberhasilan anda.
Atau  tak seorang pun bersedia mendengarkan, memandang, memperhatikan apa pun pada  diri anda.
Jangan  masukkan ke dalam hati.
Manusia  selalu disibukkan oleh urusannya sendiri.
Manusia  kebanyakan mendahulukan kepentingannya sendiri.
Anda  tak perlu memasukkan itu ke dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bila  tak seorang pun berbelas kasih pada kesulitan anda.</p>
<p>Atau,  tak ada yang mau merayakan keberhasilan anda.</p>
<p>Atau  tak seorang pun bersedia mendengarkan, memandang, memperhatikan apa pun pada  diri anda.</p>
<p>Jangan  masukkan ke dalam hati.</p>
<p>Manusia  selalu disibukkan oleh urusannya sendiri.</p>
<p>Manusia  kebanyakan mendahulukan kepentingannya sendiri.</p>
<p>Anda  tak perlu memasukkan itu ke dalam hati.</p>
<p>Karena  hanya akan menyesakkan dan membebani langkah anda.</p>
<p>Ringankan  hidup anda dengan memberi pada orang lain.</p>
<p>Semakin  banyak anda memberi semakin mudah anda memikul hidup  ini.</p>
<p>Berdirilah  di depan jendela, pandanglah keluar.</p>
<p>Tanyakan  pada diri sendiri, apa yang bisa anda berikan pada dunia  ini.</p>
<p>Pasti  ada alasan kuat mengapa anda hadir di sini.</p>
<p>Bukan  untuk merengek atau meminta dunia menyanjung anda.</p>
<p>Keberadaan  anda bukan untuk kesia-siaan.</p>
<p>Bahkan  seekor cacing pun dihidupkan untuk menggemburkan  tanah.</p>
<p>Dan,  sebongkah batu dipadatkan untuk menahan gunung.</p>
<p>Alangkah  hebatnya anda dengan segala kekuatan yang tak dimiliki siapapun untuk mengubah  dunia.</p>
<p>Itu  hanya terwujud bila anda mau memberikannya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thelifemotivation.com/2010/03/03/mulailah-memberi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Cincin Pernikahan Harus Ditaruh di Jari Manis?</title>
		<link>http://thelifemotivation.com/2010/03/02/mengapa-cincin-pernikahan-harus-ditaruh-di-jari-manis/</link>
		<comments>http://thelifemotivation.com/2010/03/02/mengapa-cincin-pernikahan-harus-ditaruh-di-jari-manis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 14:53:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thelifemotivation.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Ikuti  langkah berikut ini, Tuhan benar-benar membuat keajaiban (ini berasal dari  kutipan Cina)
1. Pertama, tunjukkan telapak tangan anda, jari tengah  ditekuk ke dalam (lihat gambar)
2. Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan  ujungnya.
3. Permainan dimulai, 5 pasang jari tetapi hanya 1 pasang yang  tidak terpisahkan…
4. Cobalah membuka ibu jari anda, ibu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><span style="font-family: Trebuchet MS;font-size: x-small">Ikuti  langkah berikut ini, Tuhan benar-benar membuat keajaiban (ini berasal dari  kutipan Cina)</p>
<p>1. Pertama, tunjukkan telapak tangan anda, jari tengah  ditekuk ke dalam (lihat gambar)<br />
2. Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan  ujungnya.<br />
3. Permainan dimulai, 5 pasang jari tetapi hanya 1 pasang yang  tidak terpisahkan…<br />
4. Cobalah membuka ibu jari anda, ibu jari mewakili orang  tua, ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati. </span><span style="font-family: Trebuchet MS;font-size: x-small">Dengan demikian orang tua  kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti.<br />
5. Tutup kembali ibu jari anda,  kemudian buka jari telunjuk anda, jari telunjuk mewakili kakak dan adik anda,  mereke memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.<br />
6. sekarang tutup kembali jari telunjuk anda, buka jari kelingking, yang  mewakili anak-anak. cepat atau lambat anak-anak juga akan meninggalkan  kita.<br />
7. selanjutnya, tutup jari kelingking anda, bukalah jari manis anda  tempat dimana kita menaruh cincin perkawinan anda, anda akan heran karena jari  tersebut tidak akan bisa dibuka. </span><span style="font-family: Trebuchet MS;font-size: x-small">Karena  jari manis mewakili suami dan istri, selama hidup anda dan pasangan anda akan  terus melekat satu sama lain.</p>
<p></span><span style="font-family: Trebuchet MS;color: #3366ff;font-size: x-small">Real love  will stick together ever and forever</p>
<p>Thumb represent parents<br />
Second  finger represent brothers &amp; sisters<br />
Centre finger represent own self<br />
Fourth finger represent your partner<br />
Last finger represent your children<br />
Warm Regards</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thelifemotivation.com/2010/03/02/mengapa-cincin-pernikahan-harus-ditaruh-di-jari-manis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Baiklah, Baiklah</title>
		<link>http://thelifemotivation.com/2010/03/02/baiklah-baiklah/</link>
		<comments>http://thelifemotivation.com/2010/03/02/baiklah-baiklah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 14:51:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thelifemotivation.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Seorang gadis di kampung  nelayan hamil di luar nikah. Setelah berkali-kali dipukuli, akhirnya ia mengaku  bahwa bapak dari anak yang dikandungnya adalah Guru Zen yang merenung sepanjang  hari di dalam kuil di luar desa.
Orang tua si gadis bersama banyak penduduk desa beramai-ramai  menuju kuil. Dengan kasar mereka menyerbu Guru yang sedang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang gadis di kampung  nelayan hamil di luar nikah. Setelah berkali-kali dipukuli, akhirnya ia mengaku  bahwa bapak dari anak yang dikandungnya adalah Guru Zen yang merenung sepanjang  hari di dalam kuil di luar desa.</p>
<p>Orang tua si gadis bersama banyak penduduk desa beramai-ramai  menuju kuil. Dengan kasar mereka menyerbu Guru yang sedang berdoa. Mereka  menghajarnya karena kemunafikannya dan menuntut bahwa ia sebagai bapak anak itu  wajib menanggung biaya unuk membesarkannya. Jawaban Guru itu hanyalah, &#8220;baiklah,  baiklah.&#8221;</p>
<p>Setelah orang banyak pergi meninggalkannya, ia memungut bayi  itu dari lantai. Ia minta supaya seorang ibu dari desa memberi anak itu makan  dan pakaian serta merawatnya atas tanggungannya.</p>
<p>Guru itu jatuh namanya.  Tidak ada lagi orang yang datang untuk meminta wejangannya.</p>
<p>Ketika  peristiwa itu sudah berlalu satu tahun lamanya, gadis yang melahirkan anak itu  tidak kuat menyimpan rahasiannya lebih lama  lagi.<br />
Akhirnya ia mengaku, bahwa ia telah berdusta. Ayah anak itu  sebetulnya adalah pemuda di sebelah rumahnya. Orang tua si gadis dan para  penduduk kampung amat menyesal. Mereka bersembah sujud di kaki Guru untuk mohon  maaf dan meminta kembali anak tadi. Guru mengembalikannya dan yang dikatakannya  hanyalah: &#8220;baiklah, baiklah!&#8221;</p>
<p>&#8211;Orang yang sungguh-sungguh sadar! Kehilangan nama? Tidak banyak  berbeda dengan kehilangan kontrak yang mau ditandatangani dalam  mimpi&#8211;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thelifemotivation.com/2010/03/02/baiklah-baiklah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
